Jatiwangi Cup 2023

Tradisi penyelenggaraan Binaraga Jebor atau Jatiwangi Cup sudah 9 kali diselenggarakan, yang dimulai sejak 2015. Lomba Binaraga yang menjadi judul besar acara ini bukan hanya sekedar ‘pamer otot’ semata, namun dibarengi berbagai bentuk lomba lain guna penggalian potensi dari peserta, seperti menjadi model iklan hingga bernyanyi (karaoke). Binaraga tahun ini mengangkat tajuk “Keluarga” dengan tema […]

Ruang Kosmik #17 – Launching Album Jalan Kecil Kanayakan

Ruang kosmik ini sudah digelar 16 kali, pada ruang kosmik yang ke 17 ini. Akan menghadirkan Mukti-mukti dan M. Fadjroel Rachman yang akan meluncurkan album kolaborasinya pada tanggal 15 Februari 2020 di Jatiwangi art Factory. Terlepas dari apa yang menjadi isi dan pesan dari album Jalan Kecil Kanayakan yang ditulis Fadjroel Rachman dan Mukti-mukti ini, […]

Presentasi / Diskusi – Gerzon Ron Ayawaila

Gerzon Ron Ayawaila adalah Sineas dokumenter yang proses penciptaan karyanya lebih pada pendekatan etnografi, gerzon juga seorang Dosen Filmologi Dokumenter di Institute Kesenian Jakarta (IKJ).Kita mengundang teman-teman untuk hadir pada presentasinya Gerzon Ron Ayawaila, yang akan berbagi tentang proses penciptaan film dokumenter yang sedang dikerjakan, seni tradisi tarawangsa. Senin, 10 Februari 2020Pukul 16.00 WIB – […]

Lomba Membuat Ubin

Museum Genteng Jatiwangi, menggelar perlombaan membuat ubin dinding hias yang nantinya akan digunakan sebagai elemen estetis dalam bangunan-bangunan kota terakota di Jatiwangi dan Majalengka. Perlombaan ini dimulai dari tehnikal meeting dan mulai produksi Sabtu Minggu senin (27,28,29 Juli 2019) sampai dilakukan penjurian pada tanggal 11 agustus 2019. Hadiah setengah ton beras (total)Biaya pendaftaran gratisBiaya produksi […]

Rampak Genteng 2018

Rampak Genteng merupakan tradisi membunyikan tanah Jatiwangi yang diselenggarakan setiap Tahun Tanah (tiga tahun sekali) tepatnya setiap tanggal 11 November. Dimana ribuan warga, membuat alat musik dari tanah liat bersama-sama, untuk kemudian dibakar secara berjamaah hingga dimainkan dalam satu orkestra bersama. Tahun 2018, merupakan tahun ketiga rampak genteng ini diselenggarakan. Di mana 11.000 warga; bukan […]

Bakar Berjamaah

11 Oktober adalah hari bakar berjamaah, hari dimana Jatiwangi menandai darinya untuk menegaskan salah satu ikrar Jatiwangi : mengolah tanah liat dengan penuh martabat. Dalam bakar berjamaah ini ALAT MUSIK dan olahan tanah liat lainnya yang dibuat oleh warga sekolah warga keluarga warga aparatur desa warga pemuda/i warga pegawai sipil akan dibakar bersama tanggal 11 […]

Padi Hitam Berdzikir

Program #SupranaturalFarming yang merupakan laboratorium pertanian organik-supranatural kerjasama Kelompok Tani Kampung Wates dengan Badan Kajian Pertanahan memasuki masa panen. Mari hadir pada panen perdana ini. Acara didahului dengan dzikir bersama menggunakan #TasbihTanah yang dibuat dari tanah 8 Desa diiringi oleh mantra segitiga bunyi, hingga Upacara Mapag Sri mengelilingi kampung.

Age of Wonderland 2017 > Cur:

Since the early 17th century, Java was well known as the world-high-grade coffee producing regions long before the world knew other variants of coffee such as Brazilian, Columbia and others. In addition to that ‘Java’ is nowadays associated with everything related to coffee and even is adopted in lieu of the term of ‘Coffee’. In […]

Jatiwangi Cup #3

Jatiwangi Cup is annual bodybuilder championship for the Jatiwangi roof tile workers. And this is the third edition. They didn’t work-out in the gym to shape their muscle and body, but work with the clay and some quite heavy pressing manual stuff to making roof tile. This is not about show off their muscle as […]

Jaf Air > VAGA Body & Multimedia Experimental Group 多媒體跨域身體實驗團體

The artist-in-residency exhibition “The Theory of Cinematic Body“ Kuo Ying Hsiu Solo Exhibition, displaying the video art works from early times till the current residency in Indonesia. Notion of curation and creativity will be set aside with the works exhibited in the kitchen, bedroom and reception room where the artist living in. This is a […]

Call to Action - Cultural Fund

Selama hampir dua dekade, Jatiwangi art Factory telah membuktikan bahwa seni memiliki vitalitas untuk mengubah suatu daerah, membangun kapasitas masyarakat, dan membawa denyut nadi komunitas lokal untuk beresonansi di panggung global. Kini, kami mengundang Anda untuk turut berkontribusi menjaga keberlangsungan gerakan ini melalui inisiatif penggalangan dana yang dirancang khusus guna mendukung kerja-kerja kebudayaan yang berdampak luas, baik bagi pengembangan individu maupun dalam upaya mengangkat martabat wilayah. Lebih dari sekadar donasi finansial, dukungan Anda merupakan energi penggerak yang akan secara langsung mensejahterakan ekosistem kreatif warga, memperkuat praktik kerja komunitas, serta menjadikan kegiatan budaya sebagai fondasi paling nyata dalam merawat dan merajut masa depan bersama di wilayah kita.

You can also make a donation via our bank account below:

Bank BJB Account Number: 0118751892100
SWIFT Code: PDJBIDJA
Account Name: Jatiwangi art Factory

↓↓↓Upcoming Project↓↓↓

Tahun Tanah 2027

“Tahun Tanah” adalah penamaan tahun yang berfungsi sebagai tanda keberadaan budaya tanah di Jatiwangi. Dimulai pada tahun 2012 ketika acara Rampak Genteng pertama kali diadakan, perayaan ini terus dirayakan setiap tiga tahun sekali sebagai tradisi baru bagi Jatiwangi. Sepanjang tahun, kita merayakan tanah bukan hanya sebagai material, tetapi sebagai sumber ruang hidup bersama. Sepanjang Tahun Tanah, kita mengadakan berbagai kegiatan, termasuk:
1. Triennale Terakota;
2. Jatiwangi Cup (kompetisi binaraga untuk pekerja genteng);
3. perayaan ritual baru Bakar Berjamaah;
4. Rampak Genteng, sebuah perayaan membunyikan tanah bersama ribuan orang yang menandakan kedaulatan budaya Jatiwangi sebagai pemilik budaya tanah.

Program-program yang diinisiasi selama Tahun Tanah telah menunjukkan capaian yang signifikan. Sebagai contoh, perhelatan Triennale Terracotta berhasil mencetak agen-agen penggerak baru dalam industri keramik. Momentum ini juga mendorong terbentuknya sejumlah studio independen yang berfokus menjadi laboratorium material tanah, mendedikasikan praktiknya untuk mengeksplorasi dan menghasilkan inovasi bentuk serta diversifikasi produk terakota. Lebih jauh lagi, para agen penggerak ini tidak hanya berperan dalam membangun ekosistem diversifikasi produk, tetapi juga berhasil mendiseminasikan pengetahuan mereka melalui kegiatan pengajaran di berbagai universitas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Program Jatiwangi Cup telah berhasil menumbuhkan rasa percaya diri warga desa yang berprofesi sebagai pekerja pabrik genteng. Mereka kini berani tampil dengan bangga di hadapan publik, baik melalui program televisi maupun acara berskala nasional, untuk memamerkan kebugaran fisik dan otot kekar yang terbentuk secara natural dari kerja keras keseharian mereka. Penonjolan fisik ini sama sekali tidak dimaksudkan sebagai perayaan maskulinitas semata, melainkan sebagai sebuah pernyataan kuat mengenai keberdayaan komunitas budaya di Jatiwangi. Lebih jauh lagi, letupan semangat dan rasa percaya diri komunal ini turut mendorong terbentuknya sebuah grup musik bernama The Talawengkar, yang secara khusus mendedikasikan karyanya untuk mengeksplorasi inovasi bunyi melalui instrumen musik berbasis keramik.

Ritual baru “Bakar Berjamaah”, yang menjadi bagian integral dari rangkaian perayaan agung Rampak Genteng, diinisiasi sebagai medium partisipatif untuk mengonsolidasikan kesepakatan bersama di antara warga. Lebih dari sekadar prosesi komunal yang merayakan elemen pembentuk kehidupan mereka, praktik sosial ini merupakan sebuah deklarasi kolektif yang tegas atas eksistensi suatu wilayah yang terus bertahan di tengah disrupsi dan arus perubahan lanskap sosio-ekonomi perdesaan. Menghadapi dinamika transformasi dan industrialisasi wilayah yang kian masif, ritual ini secara sadar difungsikan sebagai ruang negosiasi yang kritis bagi masyarakat untuk merumuskan, merebut kembali, dan mempertahankan identitas kultural daerah mereka. Melalui tindakan kolaboratif ini, praktik artistik melampaui sekadar peristiwa estetis, melainkan menjelma menjadi sebuah gerakan yang mengikat solidaritas warga, merawat ingatan kolektif, dan memperkuat posisi tawar komunitas dalam menentukan arah masa depan ruang hidup mereka bersama.

Selain itu, Rampak Genteng juga turut mendorong lahirnya berbagai grup musik yang menciptakan instrumen mereka sendiri dari bahan keramik. Beberapa di antaranya adalah Hanyaterra dan Lair, yang kini telah menggelar tur musik melintasi Asia, Eropa, Inggris, hingga benua Amerika.

You can also make a donation via our bank account below:

Bank BJB Account Number: 0118751892100
SWIFT Code: PDJBIDJA
Account Name: Jatiwangi art Factory

Magister Program of Reka Budaya

Program Magister Reka Budaya, yang diselenggarakan bekerja sama dengan Sekolah Pascasarjana ISBI di bawah Program Studi Penciptaan dan Pengkajian Seni, bertujuan untuk menjembatani beragam pendekatan artistik untuk bereksperimen dengan kemungkinan baru dalam perencanaan wilayah berbasis budaya. Pada dasarnya, program ini secara sengaja memilih praktik partisipatif langsung sebagai mode utama produksi pengetahuan, di mana seni secara sadar dimaksudkan sebagai praktik kolaborasi. Melalui pedagogi partisipatif ini, kami mengeksplorasi sejauh mana praktik artistik dapat beroperasi dalam lanskap ruang sosial, memposisikan seni sebagai media negosiasi kritis untuk membangkitkan subjektivitas warga, merangsang imajinasi kolektif, dan bertindak sebagai katalis untuk perumusan kebijakan dari bawah ke atas. Untuk mengakar konsep-konsep ini dalam realitas, kurikulum sangat terkait dengan ritme harian masyarakat di kawasan industri dan ruang interaktif organik Pabrik Seni Jatiwangi, mulai dari forum diskusi warga, ritual komunal, dan jamuan musik hingga festival budaya dan intervensi taktis di ruang perencanaan partisipatif formal seperti Musrenbang. Lingkungan pembelajaran transformatif ini terbuka secara inklusif bagi beragam latar belakang, termasuk seniman, kurator, anggota kolektif seni, aktivis, pengorganisir komunitas, dan pegawai negeri sipil, terutama mereka yang berdedikasi untuk mengarusutamakan budaya dalam kerangka pembangunan, serta individu yang ingin memperdalam dan mematangkan praktik kolaboratif mereka dalam ekosistem kolektif.

Program pendidikan ini lahir dari beragam praktik kerja JaF sebagai ruang produksi pengetahuan. Melalui praktik tersebut, selama ini JaF telah banyak diundang untuk mengajar sebagai dosen tamu di sejumlah kampus ternama, baik di dalam maupun luar negeri. Saat ini praktik kerja JaF ingin di formulasikan menjadi kurikulum belajar formal.

You can also make a donation via our bank account below:

Bank BJB Account Number: 0118751892100
SWIFT Code: PDJBIDJA
Account Name: Jatiwangi art Factory

Dana Hibah Budaya Daerah

Dana Hibah Budaya Daerah mewakili upaya kita untuk bersama-sama merayakan budaya sebagai jalan untuk merayakan keberadaan kita bersama dan terhubung kembali satu sama lain. Lebih dari sekadar inisiatif dukungan finansial, hibah ini merupakan komitmen kolektif untuk secara mandiri memelihara ekosistem sosial dan artistik di wilayah kita. Melalui inisiatif ini, kami bertujuan untuk memastikan bahwa praktik budaya terus berfungsi sebagai ruang pertemuan yang aman dan inklusif, menghidupkan kembali semangat kerja sama timbal balik, memperkuat otonomi warga, dan mengamankan keberlanjutan ikatan solidaritas kita untuk generasi mendatang. Dana ini akan digunakan secara khusus untuk mendukung program-program yang berasal dari ekosistem seni dan budaya di Kabupaten Majalengka.

You can also make a donation via our bank account below:

Bank BJB Account Number: 0118751892100
SWIFT Code: PDJBIDJA
Account Name: Jatiwangi art Factory